Tips Aman Bermain Petasan

10 Tips Memainkan Kembang Api saat Tahun Baru yang Aman dan Tetap Seru

Petasan atau biasa disebut dengan mercon merupakan salah satu alat peledak ringan yang masih dijumpai di Indonesia. Pada momen-momen tertentu, biasanya banyak anak-anak sampai orang dewasa yang suka bermain petasan.

Sebut saja saat bulan Ramadan tiba, banyak penjual petasan sehingga banyak juga yang menggunakan petasan. Aktivitas dan momen ini menjadi kebiasaan mayarakat Indonesia untuk membelinya. Karena hal ini lah yang banyak membuat pabrik ataupun produksi petasan masih diminati.

  • Lantas, sebenarnya bagaimana sejarah awal pembuatan petasan?

Dilansir dari beragam sumber, petasan awalnya ditemukan di China. Di mana seorang juru masak asal China pada abad ke-9 membuat petasan dengan mencampur komponen petasan dan bahan peledak terdiri dari tiga bahan bubuk hitam (black powder).

Adapun 3 bahan tersebut diantaranya adalah kalium nitrat (KNO3), belerang (Sulfur), dan arang dari kayu (Charcoal). Ketiga bahan tersebut adalah merupakan bahan yang mudah terbakar.

Ketiga bahan tersebut dipercaya masyarakat Tiongkok dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar, yang akan mengeluarkan ledakan dan suara keras untuk mengusir roh jahat. Di zaman dinasti Song berdiri sebuah pabrik pembuat petasan. Dan bahan dasar pembuatan petasan hingga kembang api adalah dari tiga bahan di atas.

Akhirnya tradisi petasan menyebar ke seluruh belahan dunia dan mulai digunakan dalam perayaan pernikahan, kemenangan peran, sampai upacara keagamaan. Nah dari sejarahnya tersebut, petasan ke Indonesia juga dibawa oleh orang-orang Tiongkok.

Petasan hingga kini masih menjadi ‘idola’ di Indonesia. Baik itu digunakan ketika memeriahkan pesta perkawinan, acara pergantian tahun baru, sampai perayaan hari besar keagamaan dan lain sebagainya.

Tetapi perlu dipahami jika petasan tak selalu membawa kegembiraan. Karena petasan dapat menyebabkan ledakan yang mengakibatkan kebakaran sehingga bisa menimbulkan korban jiwa.

Terdapat banyak kasus petasan yang telah mengakibatkan korban jiwa. Bukan hanya bagi penggunanya, namun produsennya juga. Memang letusan-letusan eksplosif dari pada petasan kecil mampu menambah momen keceriaan dalam pesta di luar ruangan.

Nah, karenanya perlu kita upayakan untuk menghindari bahaya kembang api dan petasan. Seperti yang telah dijelaskan di atas hal ini penting bagi setiap individu untuk berhati-hati selama memainkannya.

Yuk simak beberapa tips bermain petasan di bawah ini yang aman dilakukan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Bacalah komposisi dan petunjuk penggunaan dalam kemasan. Kembang api yang legal dan aman umumnya akan menampilkan petunjuk penggunaannya dengan jelas.
  2. Nyalakanlah kembang api di ruang terbuka dan jauh dari pemukiman padat penduduk. Jauhkan pula dari bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti bahan bakar minyak, peralatan elektronik, kertas, dan lain sebagainya.
  3. Selalu dampingi dan juga awasi anak-anak yang bermain kembang api.
  4. Jangan bermain kembang api sambil berlarian karena hal ini bisa memicu kontak langsung dengan permukaan kulit dan berisiko menyebabkan luka bakar.
  5. Siapkanlah wadah yang berisi air untuk memadamkan kembang api sebelum membuangnya ke tempat sampah.
  6. Simpanlah sisa kembang api yang tidak terpakai atau belum digunakan di tempat yang kering dan sejuk.

 

Akibat Main Petasan bagi Kesehatan

Meski terasa menyenangkan, bermain petasan dan kembang api tetap harus dilakukan dengan hati-hati sebab sangat berisiko. Resiko tersebut diantaranya dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Berikut ini merupakan beberapa bahaya main petasan dan kembang api yang perlu kita waspadai:

  • Dapat meningkatkan Risiko Luka Bakar
  • Dapat memicu Kejang pada Penderita Epilepsi
  • Dapat meningkatkan Risiko Gangguan Pernapasan
  • Dapat memicu Gangguan Pendengaran
  • Dapat Menyebabkan Masalah Penglihatan
  • Dapat menyebabkan kebakaran